Selasa, 13 September 2016

Pasar Tradisional Pasar Besar Kota Batu

WisataBatu.info - Info wisata batu berikut ini menyajikan informasi wisata belanja di Kota Batu. Setiap berwisata dan rekreasi tentu tak akan melewatkan wisata belanja. Wisata belanja tak selalu harus mall super market. Pasar tradisional pun masih menjadi primadona wisata belanja.

Banyak alasan memilih pasar tradisional sebagai tujuan wisata belanja. Dari dulu sampai sekarang, meskipun sudah banyak mall super market, tetap saja pasar tradisional masih menjadi pilihan favorit. Selain faktor harga yang murah, tersedianya beragam barang kebutuhan yang lengkap itulah kuncinya. Bahkan setiap pasar tradisional di setiap wilayah memiliki produk dagangan khasnya.

Wisata Batu Pasar Tradisional Pasar Besar Kota Batu

Di Kota Batu, Anda pun masih dapat menjumpai pasar tradisional. Pasar tradisional Pasar Besar Kota Batu. Umumnya dikenal dengan sebutan Pasar Besar Batu. Terletak di jalan Dewi Sartika, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. berhadapan dengan Terminal Kota Batu. Pasar Besar Batu buka setiap hari sejak dini hari. Komoditas utama yang ada di Pasar Besar Batu adalah sayuran dan buah-buahan khas daerah dingin.

Jika Anda datang ke Batu dari arah Kota Malang, sesampainya di Kota Batu, di persimpangan pertigaan pertama belok kiri kemudian lurus lebih kurang 200 meter. Anda akan tiba di Pasar Besar Kota Batu. Letaknya di sisi kiri jalan jika dari arah Malang. Berikut ini lokasi Pasar Besar Batu dilihat dari Google Maps.

Jangan khawatir bila ingin datang ke Pasar Besar Batu. Tidak seperti stigma kebanyakan pasar yang semrawut. Pasar Besar Kota Batu sudah dikelola dengan baik. Kebersihan pasar dan sekitarnya terjaga dengan baik. Bahkan di setiap stand kios permanen maupun sementara kebersihannya wajib terjaga. Pengunjung kendaraan roda dua maupun roda empat pun akan mendapat akses parkir yang aman dan rapi di sekitar jalan area Pasar Besar Batu.

Memang pada jam tertentu khususnya pagi saat fajar terbit, lalu lintas jalan di sekitar Pasar Besar Batu menjadi ramai. Ini imbas meningkatnya aktivitas jual beli di Pasar Besar Batu. Namun tidak sampai mengakibatkan macet, terlebih di akhir pekan akses jalan Dewi Sartika di depan Pasar Besar Batu direkayasa menjadi satu arah. Sehingga kemacetan dapat terurai.

Selamat berkunjung ke Kota Batu. Jangan lupa untuk mampir singgah di Pasar Tradisional Pasar Besar Kota Batu untuk berwisata belanja. Tapi ingat, jangan ke Pasar Besar Batu sore hari karena tidak ada aktivitas di sana. (ikrom/wisatabatu)
Read more

Ikon Kota Batu

WisataBatu.info - Setiap wilayah kota ataupun kabupaten tentu memiliki ciri khas masing-masing. Ciri khas tersebut melekat, identik, bahkan menjadi julukan dari daerah tersebut.

Itulah yang disebut ikon suatu daerah. Tempat, benda/barang hasil produksi dari daerah itupun bisa menjadi ikon suatu wilayah.

Sama halnya dengan Kota Batu. Kota Batu memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi ikon khusus Kota Batu. Dari hasil bumi berupa buah-buahan, sayuran, hingga tempat wisata. Nah, berkaitan dengan ikon khusus Kota Batu, kali ini WisataBatu.info akan memberikan sekilas gambaran tentang ciri khas Kota Batu.

Wisata Batu Ikon Kota Batu

Tak salah bila buah apel menjadi salah satu ikon Kota Batu, karena Kota Batu merupakan daerah penghasil buah apel yang sangat terkenal di Jawa Timur. Ya, bila ada yang menyebut kota apel, orang akan langsung ingat Kota Batu.

Wisata Batu Buah Apel Khas Kota Batu
Wisata Batu Buah Apel Khas Kota Batu (pic by republika)
Begitupula dengan tempat wisatanya. Kota Batu sangat terkenal dengan tempat wisatanya. Di Kota Batu banyak terdapat tempat wisata baik wisata alam maupun wisata buatan (wahana wisata).  Banyak para wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung, berwisata, berekreasi ke Kota Batu. Selain terdapat beraneka ragam tempat wisata, Kota Batu ditunjang dengan kondisi alam dan cuaca yang indah, dingin, dan sejuk. Sehingga menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.

Bahkan secara resmi oleh Pemerintah Kota Batu, pariwisata dijadikan ikon khusus Kota Batu, Kota Wisata Batu. Program pariwisata Kota Batu ini tertuang dalam slogan Shining Batu dan Visit Kota Batu.

Tempat wisata umum Alun-alun Kota Batu lah yang dipilih menjadi Ikon Wisata Kota Batu. Terletak di pusat Kota Batu dan dapat dinikmati secara gratis bagi masyarakat umum.

Tak salah bila Anda menjadikan Kota Batu sebagai pilihan tujuan wisata, rekreasi, maupun liburan favorit Anda. Demikian info wisata batu kali ini, selamat berwisata di Kota Apel, Kota Wisata Batu. (ikrom/wisatabatu)
Read more

Jumat, 17 Juni 2016

Wilayah Pemerintahan Kota Batu

WisataBatu.info - Di awal ini, saya coba hadirkan penjelasan sederhana tentang wilayah pemerintahan Kota Batu. Setidaknya yang menjadi titik tekan pembahasan ini adalah wilayah kecamatan di Kota Batu. Sebab nantinya saya akan menggunakan penyebutan nama kecamatan atau daerah-daerah Kota Batu lainnya dalam arikel yang akan disajikan di Blog Wisata Batu ini. Mudah-mudahan dapat membantu Anda kelak ketika berwisata di Kota Batu.

Wisata Batu Wilayah Pemerintahan Kota Batu

Wilayah pemerintahan Kota Batu hanya terdiri dari 3 kecamatan yaitu kecamatan Batu, kecamatan Bumiaji, dan kecamata Junrejo. Awal mulanya sebelum terpisah dari Kabupaten Malang, 3 kecamatan tersebut merupakan bagian dari kabupaten Malang. Namun sejak menjadi kota administratif tahun 1993 dan pada 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai Kota Otonom terpisah dari Kabupaten Malang.

Resmi sejak 17 Oktober 2001 Kota Batu memiliki pemerintahan sendiri dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota membawahi koordinasi 3 kecamatan yang dipimpin oleh Camat. Kota Batu juga memiliki komponen DPD (DPRD) Kota Batu sendiri. Kecamatan yang berada dalam naungan pemerintahan Kota Batu antara lain:

Peta Wilayah Pemerintahan Kota Batu
Picture from batueastjava.wordpress.com


1. Kecamatan Batu

Kecamatan Batu ini terletak di pusat Kota Batu, di tengah kota tepatnya. Kecamatan Batu ini berbatasan dengan Kecamatan Junrejo di timur, berbatasan dengan kecamatan Bumiaji di utara, dan kecamatan Pujon Kab. Malang di sebelah barat. Kecamatan Batu ini bisa digambarkan seperti terletak di tengah, dikelilingi kecamatan lainnya.

2. Kecamatan Junrejo

Jika Anda menuju Kota Batu melalui Kota Malang dan Kab. Malang kecamatan Dau, maka Anda akan melewati kecamatan Junrejo terlebih dahulu sebelum masuk Kota Batu atau pusat Kota Batu. Jika saya runut rute dari Kota Malang melalui arah Jalan Dinoyo Kota Malang, maka urutan rutenya, Jalan Dinoyo - Tlogomas - Landungsari - Dau - Kecamatan Junrejo - Pusat Kota Batu (Kecamatan Batu). Bahkan bila menuju melewati jalur alternatif, nantinya pun akan melalui pusat kecamatan Junrejo.


3. Kecamatan Bumiaji

Ini adalah kawasan kecamatan yang amat luas berbatasan dengan kecamatan Batu di sebelah utara. Di kecamatan Bumiaji inilah terdapat makam Mbah Mbatu serta jalur alternatif menuju Karangploso Kabupaten Malang. Kawasan kecamatan Bumiaji ini banyak terdapat lahan pertanian agro dan perkebunan karena lokasi yang berada di dataran tinggi.

Itulah 3 kecamatan di wilayah pemerintahan Kota Batu. Insya Allah, akan kami tambahkan informasi lainnya sewaktu-waktu guna melengkapi informasi yang lebih detil. Nantikan artikel kami berikutnya hanya di Blog Wisata Batu. Selamat berwisata di Kota Batu.

(Sumber tambahan dari Wikipedia)
Read more

Sekilas Sejarah Kota Batu

WisataBatu.info - Dari sisi sejarah, keberadaan Kota Batu telah ada sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada zaman kerajaan-kerajaan terdahulu. Bukan dalam nama Kota Batu pastinya, namun wilayah ini dulunya telah menjadi tempat persinggahan para keluarga kerajaan. Ya, daya tarik keindahan alam dan cuacanya nan sejuk lah yang menjadi alasan klasiknya, terlebih Kota Batu berada di daerah pegunungan.

Wisata Batu Sekilas Sejarah Kota Batu
Picture from gldelapan.com

Kota Batu pada zaman dahulu, wilayah yang pertama kali dikenal adalah kawasan Songgoriti. Ini berawal dari sejarah kerajaan Medang dahulu yang membuat kawasan ini menjadi tempat peristirahatan keluarga kerajaan. Saya coba menyadur langsung dari info yang saya dapatkan melalui Wikipedia dalam Spoiler berikut:

Sejarah Kota Batu zaman kerajaan:
Sejak abad ke-10, wilayah Batu dan sekitarnya telah dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi kalangan keluarga kerajaan, karena wilayah adalah daerah pegunungan dengan kesejukan udara yang nyaman, juga didukung oleh keindahan pemandangan alam sebagai ciri khas daerah pegunungan.

Pada waktu pemerintahan Kerajaan Medang di bawah Raja Sindok, seorang petinggi Kerajaan bernama Mpu Supo diperintah oleh Raja untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan di pegunungan yang didekatnya terdapat mata air. Dengan upaya yang keras, akhirnya Mpu Supo menemukan suatu kawasan yang sekarang lebih dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti.

Atas persetujuan Raja Sindok, Mpu Supo yang konon kabarnya juga sakti mandraguna itu mulai membangun kawasan Songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan serta dibangun sebuah candi yang diberi nama Candi Supo.

Di tempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. Mata air dingin tersebut sering digunakan mencuci keris-keris yang bertuah sebagai benda pusaka dari Kerajaan Medang. Oleh karena sumber mata air yang sering digunakan untuk mencuci benda-benda kerajaan yang bertuah dan mempunyai kekuatan supranatural yang maha dahsyat, akhirnya sumber mata air yang semula terasa dingin dan sejuk akhirnya berubah menjadi sumber air panas, dan sumber air panas itu sampai sekarang menjadi sumber abadi di kawasan Wisata Songgoriti.

Sumber: Wikipedia

Nah, terkait asal muasal nama Kota Batu, saya yang bermukim di Kota Batu baru beberapa tahun ini coba menanyakan kepada warga masyarakat sekitar tempat saya bermukim. Hasilnya saya dapati dahulu yang menjadi cikal bakal Kota Batu berasal dari tokoh ulama pengikut Pangeran Diponegoro bernama Syeikh Abu Ghonaim atau disebut dengan panggilan Mbah Wastu. Beliau dikenal juga sebagai penyebar agama Islam pertama kalinya di kawasan ini.

Kultur masyarakat Jawa dahulu sering memperpendek penyebutan nama seseorang guna mempermudah mengingat dan memanggil nama seseorang. Sehingga Mbah Wastu dipanggil  dengan Mbah Tu, menjadi Mbatu atau Batu hingga kini digunakan untuk menjuluki kawasan Kota Dingin ini. Informasi yang sama saya dapat dari Wikipedia menjadi menambah valid informasi yang saya dapatkan dari para masyarakat dan warga sepuh dekat tempat bermukim saya. Berikut saduran dari Wikipedia saya cantumkan dalam Spoiler.

Asal muasal nama Kota Batu :
Dari beberapa pemuka masyarakat setempat memang pernah mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau Batu sebagai sebutan yang digunakan untuk sebuah kota dingin di Jawa Timur.

Sedikit menengok ke belakang tentang sejarah keberadaan Abu Ghonaim sebagai cikal bakal serta orang yang dikenal sebagai pemuka masyarakat yang memulai babad alas dan dipakai sebagai inspirasi dari sebutan wilayah Batu, sebenarnya Abu Ghonaim sendiri adalah berasal dari wilayah Jawa Tengah. Abu Ghonaim sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang setia, dengan sengaja meninggalkan daerah asalnya Jawa Tengah dan hijrah ke kaki Gunung Panderman untuk menghindari pengejaran dan penangkapan dari serdadu Belanda (Kompeni).

Abu Ghonaim atau Mbah Wastu yang memulai kehidupan barunya bersama dengan masyarakat yang ada sebelumnya serta ikut berbagi rasa, pengetahuan dan ajaran yang diperolehnya semasa menjadi pengikut Pangeran Diponegoro. Akhirnya banyak penduduk dan sekitarnya dan masyarakat yang lain berdatangan dan menetap untuk berguru, menuntut ilmu serta belajar agama kepada Mbah Wastu.

Awalnya mereka hidup dalam kelompok (komunitas) di daerah Bumiaji, Sisir dan Temas, namun akhirnya lambat laun komunitasnya semakin besar dan banyak serta menjadi suatu masyarakat yang ramai.

Sumber: Wikipedia

Inilah asal muasal dikenalnya kawasan yang dulunya masih berupa hutan hingga kini menjadi Kota Batu. Beberapa peninggalan sejarah kerajaan berupa Candi Supo terdapat di kawasan Songgoriti. Sedangkan sejarah pendiri (Babad Alas) Kota Batu yakni Mbah Wastu atau Syeikh Abu Ghonaim, makamnya terdapat di kawasan Bumiaji Kota Batu. Makam Beliau lebih dikenal dengan makam Mbah Mbatu. Saya sendiri pernah melewatinya, kompleks pemakaman muslim yang cukup luas dan jauh dari keramaian tengah kota.

Itulah sekilas sejarah Kota Batu yang bisa saya tuliskan. Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan Anda yang ingin tahu tentang sejarah dan nama Kota Batu. Ikuti dan baca artikel menarik lainnya dari Blog Wisata Batu. Selamat Berwisata.

(Sumber tambahan dari Wikipedia)
Read more

Sekilas Profil Kota Batu

WisataBatu.info - Tak kenal maka tak tahu. Agar mengenal, maka perlu mencari tahu. Termasuk mengenal Kota Batu paling tidak sekilas profilnya. Kota Batu adalah sebuah Kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Negara Indonesia. Letak Kota Batu berdampingan dengan Kabupaten Malang dan tak begitu jauh dari Kota Malang.

Wisata Batu Sekilas Profil Kota Batu

Bagi Anda yang ingin menuju Kota Batu ada 3 jalur utama yang bisa Anda lalui. Dari arah utara (Surabaya, Pasuruan) menuju Lawang, kemudian Kota Malang, lalu ke Kota Batu. Dari arah selatan (Kab. Blitar) melalui Kepanjen Kabupaten Malang, menuju Kota Malang lalu ke Kota Batu. Dari arah barat (Kediri, Pare, Jombang) melalui Ngantang, kemudian Pujon, lalu ke Kota Batu. Ada lagi jalur pilihan menuju Kota Batu melewati kawasan Cangar yang jika dirunut akan tembus ke Mojokerto, namun medan yang kurang bagus menyebabkan jalur ini jarang diekspos.

Berbicara tentang Kota Batu tentu tidak bisa lepas dari kata Malang. Bukan Malang dalam arti Nasib, namun Malang dalam arti nama wilayah. Memang, dahulunya Kota Batu ini merupakan bagian dari Kab. Malang namun kemudian ditetapkan menjadi Kota Administratif pada 6 Maret 1993. Kota Batu berikutnya terpisah dari Kab. Malang dan menjadi Kota Otonom sejak 17 Oktober 2001. Maka setiap tanggal 17 Oktober 2001 diperingati sebagai Hari Jadi Kota Batu. Kota Batu bersama Kota Malang dan Kabupaten Malang dikenal merupakan kesatuan wilayah yang dikenal dengan sebutan "Malang Raya".

Ada yang menarik dari Kota Batu sehingga Kota Batu menjadikan Wisata sebagai trade marknya. Letak Kota Batu yang berada di dataran tinggi, lebih kurang berada pada ketinggian 700 sampai 7100 meter di atas permukaan laut. Tentu cuaca maupun suhu udara di Kota Batu identik dengan sejuk dan dingin. Hal inilah yang menarik wisatawan untuk berlibur di Kota Batu. Selain cuaca dingin dan sejuk, Kota Batu memiliki panorama alam nan indah. Kondisi tanahnya pun subur, sangat cocok untuk pertanian agro, dan memang Kota Batu terkenal dengan buah Apelnya.

Ditilik dari sisi sejarahpun, ternyata di Kota Batu juga terdapat peninggalan bersejarah kerajaan-kerajaan terdahulu berupa Candi. Nama Kota Batu pun tak lepas dari sosok nama Mbah Wastu, Sang Pendiri (Babad Alas) Kota Batu pada zaman dahulu.

Seiring berkembangnya zaman, Kota Batu yang dulunya dikenal dengan wisata alam dan cuacanya yang sejuk saja, kini telah banyak investor yang turut membantu hadirnya tempat rekreasi dan wahana wisata. Keberadaan tempat rekreasi dan wahana wisata di Kota Batu ini tak kalah bahkan lebih menarik dibanding tempat rekreasi di Ibu Kota.

Bila Anda berkunjung ke Kota Batu terlebih pada akhir pekan atau hari libur lainnya, akan Anda dapati pemandangan wisatawan yang datang ke Kota Batu. Pemandangan ini ternyata tidak hanya terjadi pada saat ini, dahulu sejak zaman penjajahan pun Kota Batu selalu menjadi jujukan wisata kolonial Belanda. Terbukti masih banyak bangunan peninggalan Belanda masih berbekas saat ini. Bahkan karena keindahan alamnya yang sangat bagus, Presiden pertama Republik Indonesia dan Wakil Presiden Mohammad Hatta pernah singgah di Kota Batu pada masa awal kemerdekaan.

Ingin tahu informasi mendetail tentang Kota Batu lainnya? simak dan ikut terus artikel Blog Wisata Kota Batu ini. Selamat berwisata di Kota Batu dan menikmati keindahan alam dan cuacanya.

(Sumber tambahan dari Wikipedia)
Read more